Terdalam

Posted on
  • Kamis, 05 Desember 2013
  • by
  • Unknown
  • in
  • Label:

  • Sambil mengangkat tombak Kyai Plered pemberian Jaka Tingkir, Danang Sutawijaya menantang perang. Katanya: " Kamu tidak layak berhadapan dengan tuanku. Hadapilah aku dulu. Langkahi dulu mayatku ! ". 

    Arya Penangsang adalah seorang yang berangasan dan mudah marah. Menghadapi tantangan itu dan penghinaan karena dia dihadapkan kepada seorang anak kemaren sore, segera dengan amarah yang meluap-luap diseberanginya Bengawan yang sedang surut airnya karena musim kemarau. Sepanjang jalan kudanya menjadi liar dan meringkik tak karuan karena bagian sungai yang diseberanginya adalah tempat yang angker. Arya Penangsang tidak peduli. Sambil menghunus tombaknya, terus didatanginya tempat Sutawijaya berada.



    Sesampai di seberang Bengawan kudanya semakin meringkik-ringkik dan melonjak-lonjak liar tak terkendali. Kesempatan itu dimanfaatkan Sutawijaya untuk menyerang Arya Penangsang. Tombaknya berhasil menusuk dalam ke bagian perut Arya Penangsang. Darah menyembur dari lukanya. Ternyata kekebalan tubuh Arya Penangsang masih kalah oleh tombak Kyai Plered !  Arya Penangsang melenguh kesakitan dan terguling jatuh dari kudanya.

    Perhitungan Sultan Adiwijaya ternyata tepat !  Dia bisa mengukur kesaktian Arya Penangsang. Tidak perlu keris andalannya Kyai Sengkelat, tombak Kyai Plered miliknya pun ternyata cukup mumpuni untuk mengalahkan kekebalan wesi kuning Arya Penangsang ! 

    1 komentar:

    joe mengatakan...

    http://berandakata.blogspot.com/2013/12/fakta-fakta-seputar-nelson-mandela.html

    Posting Komentar