Sambil mengangkat tombak Kyai Plered pemberian Jaka Tingkir, Danang Sutawijaya menantang perang. Katanya: " Kamu tidak layak berhadapan dengan tuanku. Hadapilah aku dulu. Langkahi dulu mayatku ! ".
Arya Penangsang adalah seorang yang berangasan dan mudah marah. Menghadapi tantangan itu dan penghinaan karena dia dihadapkan kepada seorang anak kemaren sore, segera dengan amarah yang meluap-luap diseberanginya Bengawan yang sedang surut airnya karena musim kemarau. Sepanjang jalan kudanya menjadi liar dan meringkik tak karuan karena bagian sungai yang diseberanginya adalah tempat yang angker. Arya Penangsang tidak peduli. Sambil menghunus tombaknya, terus didatanginya tempat Sutawijaya berada.
