Mimpi Indah

Posted on
  • Kamis, 05 Desember 2013
  • by
  • Unknown
  • in
  • Label:

  • Tetapi Arya Penangsang adalah seorang yang tinggi hati.  Sudah terlanjur malu, dia tidak mau begitu saja menerima dirinya dipersalahkan. Sambil menghunus Setan Kober dia menantang perang kepada Jaka Tingkir. "Perselisihan harus diselesaikan secara laki-laki", begitu katanya. "Kalau aku sendiri yang menusukkan keris ini ke tubuhmu, belum tentu kamu masih akan bisa sombong".  Secara refleks Jaka Tingkir juga mencabut kerisnya. Tetapi Sunan Kudus dan Sunan Bonang cepat-cepat melerai dan memerintahkan Arya Penangsang menyarungkan kembali kerisnya. Akhirnya masing-masing pulang dengan tidak ada perdamaian di antara mereka.


    Untunglah pada saat itu Arya Penangsang mau menyarungkan kerisnya. Kalau tidak, pastilah sudah tamat riwayatnya. Kesaktian Jaka Tingkir masih terlalu tinggi. Jika terjadi pertarungan, semua yang hadir disitu tidak ada yang mampu menahan tindakannya. Apalagi ternyata keris yang ada di tangan Jaka Tingkir adalah Kyai Sengkelat, keris yang jauh lebih sakti dibandingkan Setan Kober dan semua pusaka yang ada di Demak saat itu.

    Keberadaan keris Kyai Sengkelat di tangan Jaka Tingkir, yang entah darimana didapatkannya, telah menjadikan Jaka Tingkir seorang yang pilih tanding. Perpaduan wahyu keris yang telah menyatu dengan pribadi Jaka Tingkir telah menjadikan karisma wahyu keilmuan dan spiritual yang telah ada pada dirinya menjadi berlipat-lipat ganda. Jaka Tingkir dipenuhi dengan ilham untuk memperdalam dan juga menciptakan ilmu-ilmu baru. Ditambah lagi dia juga mewarisi ilmu-ilmu tua jaman Singasari dan Majapahit. Ketika telah matang usianya, Jaka Tingkir menjadi manusia sakti yang sulit dicari tandingannya. Keris Kyai Sengkelat telah menemukan pasangannya, yaitu seorang manusia berpribadi ksatria dan berbudi pekerti yang sesuai dengan pribadi wahyu keris tersebut, dan juga memiliki wahyu raja dalam dirinya, sesuai perkenan para Dewa.

    Setelah kejadian itu, Sunan Kudus memerintahkan Arya Penangsang untuk bertapa dan berpuasa selama 40 hari untuk memulihkan kembali kesaktiannya dan juga untuk ditambahkan dengan ilmu-ilmu baru yang lebih tinggi lagi.

    0 komentar:

    Posting Komentar