Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan

Mimpi Indah


Tetapi Arya Penangsang adalah seorang yang tinggi hati.  Sudah terlanjur malu, dia tidak mau begitu saja menerima dirinya dipersalahkan. Sambil menghunus Setan Kober dia menantang perang kepada Jaka Tingkir. "Perselisihan harus diselesaikan secara laki-laki", begitu katanya. "Kalau aku sendiri yang menusukkan keris ini ke tubuhmu, belum tentu kamu masih akan bisa sombong".  Secara refleks Jaka Tingkir juga mencabut kerisnya. Tetapi Sunan Kudus dan Sunan Bonang cepat-cepat melerai dan memerintahkan Arya Penangsang menyarungkan kembali kerisnya. Akhirnya masing-masing pulang dengan tidak ada perdamaian di antara mereka.
Read More...

Musim Hujan



Sepeninggal Raden Patah, kerajaan Demak dipenuhi dengan kekisruhan dan intrik-intrik kekuasaan. Anak sulung Raden Patah, yaitu Dipati Unus, meninggalkan kerajaan dan memilih memerangi Portugis di Malaka. Pemerintahan diserahkan kepada Raden Trenggana, adiknya, anak ketiga Raden Patah. Anak kedua Raden Patah, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen, telah lebih dulu meninggal karena dibunuh. Dipati Unus pun akhirnya gugur di medan perang tanpa meninggalkan ahli waris. Sultan Trenggana sendiri pun akhirnya gugur juga ketika memimpin serangan penaklukkan ke wilayah Panarukan, Jawa Timur.

Setelah wafatnya Sultan Trenggana, maka putra sulung Sultan Trenggana, yaitu Pangeran Prawata atau Sunan Prawata, terpilih sebagai penggantinya. Tetapi kemudian Sunan Prawata pun mati dibunuh.
Read More...